-->

Inilah Rahasia Berpikir Menjadi Orang Kaya Bagian 2

Inilah Rahasia Berpikir Menjadi Orang Kaya Bagian 2 - Hai sobat AKN, jika kamu belum baca bagian pertamanya silahkan baca disini. Semuanya masih ingat kan yang namanya Cashflow Quadrant yaitu dengan empat huruf Employee (E), Small Business / Self-Employed (S), Big Business (B), dan Investor (I) seperti pada artikel bagian 1.

Untuk membuat lebih menarik, Rich Dad sebenarnya bercerita untuk mempermudah dan membedakan filosofi Cashflow Quadrant antara Employee (E) dan Small Business / Self-Employed (S) dengan Big Business (B) dan Investor (I).
Inilah Rahasia Berpikir Menjadi Orang Kaya Bagian 2
Baca juga:

Ceritanya seperti ini, pada suatu ketika terdapat sebuah desa yang kecil, desanya sangat nyaman dan indah. Tetapi hanya ada satu masalah yaitu desa ini tidak ada air kecuali jika ada hanya air hujan dan untuk menyelesaikan dan mengakhiri masalah air ini, sang kepala desa meminta warga desa untuk menjadi pemborong menghantarkan air ke desa setiap harinya.

Dan ternyata ada dua pemuda bersukarela untuk melakukan tugas ini, dan kepala desa pun memberi borongan tersebut ke kedua pemuda tersebut. Dia berpikir dengan adanya kompetisi dari kedua pemuda atau membuat harga airnya murah dan juga memastikan persediaan air ke desanya.

Dan pemuda pertama bernama Hasan, bermula dengan membeli dua ember galvanis dan bermula berlari dari desa danau yang berjarak sekitar dua kilometer dan menampung airnya ke penampungan yang dibuat para warga dan dengan cepat ia mendapatkan uang dengan kerja kerasnya dari pagi sampai sore.

Setiap harinya ia selalu bangun lebih pagi daripada warga untuk memastikan airnya tercukupi dan sebenarnya ini bukanlah pekerjaan mudah akan tetapi Hasan merasa sangat senang bisa mendapatkan uang dan mendapatkan pekerjaan bisnis air ini.

Tetapi pemuda yang kedua yang bernama Joko, dia hilang dan belum pernah terlihat untuk beberapa bulan yang sebenarnya membuat Hasan sangat senang karena tidak ada kompetitor. Joko malah tidak membeli ember seperti Hasan, Joko membuat rencana bisnis dan membuat perusahaan dan berhasil mendapatkan empat investor dan mempekerjakan direktur yang handal untuk perusahaannya.

Dan kemudian kembali ke desa setelah enam bulan dengan membawa pekerja konstruksi. Dalam waktu satu tahun Joko dan timnya berhasil membangun pipa saluran besar yang menyambungkan danau ke desa dengan pompa.

Di acara Grand Launchingnya, Joko mengumumkan airnya lebih bersih dari air Hasan karena Joko tahu banyak komplen tentang kebersihan air Hasan. Joko juga mengumumkan dia bisa menyediakan air setiap harinya 24 jam 7 hari seminggu dan Hasan hanya bisa mengirim air pada hari kerja dan tidak bekerja di hari libur.

Joko juga mengumumkan harga airnya 75% lebih murah dari air Hasan yang lebih berkualitas dan lebih baik dan terpercaya. Pada akhirnya para warga berbondong-bondong, bersorak dan lari ke keran air Joko.

Untuk bersaing, Hasan pun menurunkan harga airnya sampai 75% dan membeli dua ember lagi dan memberi penutup ember dan setiap harinya mengangkut empat ember di setiap perjalanannya. Dan untuk membuat pelayanannya lebih baik, dia pun mempekerjakan kedua anaknya kerja malam dan hari libur.

Dan ketika kedua anaknya pergi ke luar dari desa untuk kuliah, Hasan pun bilang ke kedua anaknya "Kalian cepat balik kampung karena suatu hari bisnis ini milik kalian". Tapi tanpa alasan kedua anaknya tidak pernah balik kampung, akhirnya Hasan mempekerjakan pegawai dan memiliki masalah dengan Undang-undang perburuhan yang menginginkan Hasan membayar gaji lebih tinggi dan memberi benefit yang lebih dan hanya memperbolehkan para buruh mengangkut satu ember setiap perjalanan.

Sementara itu, Joko baru sadar kalau desanya membutuhkan air pastinya desa lain membutuhkan air juga, dia pun menulis ulang rencana bisnisnya dan pergi untuk membangun saluran pipa air ke seluruh desa-desa di sekitar. Joko hanya mendapatkan beberapa perak setiap embernya akan tetapi dia menjual miliaran ember per harinya, mau Joko bekerja atau tidak tiap harinya warga desa tersebut akan selalu menggunakan air. Joko membangun saluran pipa tersebut untuk menghasilkan uang untuk dirinya dan juga air ke seluruh desa.

Pada akhirnya, Joko hidup dengan bahagia sampai tua, tetapi Hasan tetap bekerja keras untuk sisa hidupnya dan selalu mempunyai masalah keuangan. Begitulah cerita singkatnya.

Cerita Hasan dan Joko ini sebenarnya menjadi pedoman untuk kita semua untuk membuat keputusan hidup karena apakah membuat pipa saluran atau mengangkut ember, apakah bekerja keras atau bekerja pintar. Jadi selalu berpikir untuk membuat pipa saluran untuk cashflow ke dompet dan tabungan kamu.

Baca juga:

Nah, itulah penjelasan rahasia berpikir menjadi orang kaya bagian kedua ini, kita perlu berpikir sejenak sebelum mulai melakukan sesuatu hal yang bersifat jangka panjang atau hal yang memang menjadi kebutuhan bagi banyak orang.

Semoga artikel ini dapat memberi manfaat bagi kita semua dan jangan lupa share ke media sosial agar teman-teman yang lain juga mengetahui cara berpikir menjadi orang kaya untuk mencoba menerapkannya. Salam luar biasa!